TANGERANG SELATAN, Terasnasional.id — Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memperkuat pemanfaatan fasilitas riset energi propulsi untuk mendukung pengujian kendaraan dan mesin. Fasilitas tersebut digunakan untuk menguji emisi gas buang, efisiensi bahan bakar, dan performa mesin, sekaligus mendukung riset bahan bakar alternatif, kendaraan listrik, dan teknologi hidrogen.
Pengujian diperuntukkan bagi kendaraan dengan bobot di bawah 3,5 ton. Proses pengujian mencakup kendaraan berbahan bakar bensin maupun diesel yang melintasi dua siklus perkotaan (urban) dengan kecepatan maksimal 50 km/jam dan jalan bebas hambatan (extra-urban) hingga 120 km/jam.
Pada emisi diesel, BRIN menggunakan metode penimbangan filter debu. Selain itu, dilakukan pula pengukuran parameter emisi gas buang secara waktu nyata (real-time), seperti CO, CO₂, dan NOx. guna memenuhi standar efisiensi kendaraan.
“Selain itu, kami mengukur parameter emisi gas buang secara real-time, seperti CO, CO₂, dan NOx. Pengujian juga mencakup efisiensi konsumsi bahan bakar untuk memenuhi standar efisiensi kendaraan, seperti pada program LCGC yang mensyaratkan konsumsi bahan bakar 20 km/liter,” ujar Bahrul, saat menerima kunjungan dari Universitas Pamulang (Unpam) Serang, di KST. BJ. Habibie, Serpong, pada Senin (31/8).
Pengujian ini diperuntukkan bagi mesin kendaraan berat berbobot di atas 3,5 ton, alat berat, hingga mesin kapal. Fasilitas ini dapat menguji mesin berkapasitas 1 hingga 12 silinder dengan rentang daya mulai dari di bawah hingga di atas 10 HP. Parameter yang diukur meliputi daya maksimum, daya kontinu, torsi, serta konsumsi bahan bakar dan oli.
Selain mendukung sertifikasi wajib bersama Kementerian Perindustrian, laboratorium energi propulsi BRIN difokuskan pada riset penerapan campuran bahan bakar terbarukan seperti biosolar B50 dan etanol serta komponen kendaraan listrik dan hidrogen.
BRIN juga membuka akses fasilitas ini bagi perguruan tinggi. Melalui kunjungan laboratorium secara langsung, para mahasiswa dapat mempelajari penerapan ilmu konversi energi serta efisiensi baterai dan jarak tempuh kendaraan listrik untuk kebutuhan tugas akhir maupun riset akademis.
“Fasilitas di BRIN sangat lengkap dan mampu menopang kebutuhan riset. Bagi mahasiswa kami, terutama yang mengambil konsentrasi konversi energi, kunjungan ini memberikan gambaran yang jelas untuk memulai riset akademis,” tutupnya.

