JAKARTA, Terasnasional.id — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan pemimpin masyarakat adat Dayak, Panglima Jilah, di Istana Merdeka, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas langkah strategis penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kalimantan Barat serta pemenuhan berbagai infrastruktur penunjang bagi masyarakat adat.
Dalam pertemuan itu, Panglima Jilah menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh pemerintah pusat, termasuk pengerjaan pemadaman Karhutla yang melibatkan personel gabungan dan dukungan moda transportasi udara seperti helikopter pengebom air (water bombing).
”Bantuan pengerjaan penanganan Karhutla sudah dimulai sejak sepekan terakhir. Bapak Presiden memberikan dukungan penuh, termasuk penambahan personel, pembuatan hujan buatan, hingga penambahan helikopter,” ujar Panglima Jilah seusai pertemuan.
Selain masalah karhutla, Panglima Jilah mengapresiasi perhatian Presiden Prabowo terhadap pembangunan di wilayah Kalimantan Barat, mulai dari pembangunan rumah adat, fasilitas sekolah, beasiswa pendidikan, infrastruktur jalan, hingga fasilitas rumah sakit.
Dalam kesempatan tersebut, Panglima Jilah juga menyampaikan aspirasi terkait perlindungan bagi peladang tradisional. Ia menegaskan agar kegiatan berladang masyarakat adat tidak disalahkan sebagai penyebab utama timbulnya kabut asap akibat Karhutla.
”Masyarakat adat berladang di lahan mineral, bukan lahan gambut. Tradisi berladang ini sudah berlangsung ribuan tahun secara turun-temurun dan tidak pernah menyebabkan Karhutla hebat. Kebakaran lahan gambut umumnya tidak berkaitan dengan cara berladang tradisional,” tegasnya.
Panglima Jilah menambahkan bahwa masyarakat adat senantiasa menjaga keseimbangan alam dan terus melakukan pengawasan mandiri saat mengolah lahan secara kearifan lokal.
Menurutnya, Presiden Prabowo mendukung penuh keberlanjutan tradisi berladang masyarakat adat yang berbasis kearifan lokal tersebut.

