VLADIVOSTOK, Terasnasional.id β€” Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan kembali komitmen Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif dan nonblok. Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Rusia.

Dalam forum ekonomi internasional tersebut, Presiden Prabowo hadir sebagai tamu kehormatan utama atas undangan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin.

Presiden Prabowo menyampaikan bahwa prinsip keterbukaan telah menjadi landasan kebijakan luar negeri Indonesia selama bertahun-tahun. Indonesia selalu berupaya menjalin hubungan baik dengan seluruh negara tanpa tergabung dalam aliansi militer apa pun.

“Berdasarkan tradisi, kami nonblok. Kami tidak tergabung dalam aliansi militer mana pun dan kami menghormati semua kekuatan dunia,” ujar Presiden Prabowo.

Di bidang ekonomi, Presiden menegaskan bahwa Indonesia tetap independen dan mengedepankan prinsip kemitraan yang adil dan setara. Keterbukaan Indonesia, lanjut beliau, bukan berarti memihak salah satu kelompok untuk melawan kelompok lainnya.

Sementara itu, Presiden Vladimir Putin menyoroti posisi strategis Indonesia di kancah global. Menurut Putin, Indonesia merupakan salah satu negara terbesar di dunia sekaligus memiliki populasi Muslim terbesar, sehingga perannya tidak dapat diabaikan dalam dinamika politik dan ekonomi global.

Pernyataan kedua pemimpin negara ini mempertegas sikap Indonesia di tengah dunia yang makin multipolar, yaitu dengan tetap memprioritaskan kepentingan nasional serta membangun kerja sama internasional yang saling menguntungkan.