LABUAN BAJO, Terasnasional.id – Helikopter jenis Dauphin milik Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) yang membawa empat warga Kabupaten Manggarai Timur mendarat dengan selamat di Bandara Komodo, Labuan Bajo, pada Kamis (27/8) pukul 13.11 WITA.
Pelaksanaan evakuasi medis melalui jalur udara tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan medis terhadap para korban pascagempa bumi bermagnitudo 7,7 yang mengguncang kawasan Flores.
Sebelum proses evakuasi berlangsung, helikopter tersebut sedang menjalankan misi kemanusiaan berupa pendistribusian bantuan logistik dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara.
Namun, setelah kegiatan penyaluran bantuan selesai, tim penerbang menerima laporan dari pihak keluarga mengenai adanya warga terdampak yang membutuhkan penanganan medis secara mendesak.
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, menjelaskan bahwa keputusan untuk melakukan evakuasi udara diambil setelah mempertimbangkan kondisi kesehatan para pasien yang kian menurun.
“Keempat warga tersebut dilaporkan menderita berbagai keluhan kesehatan berat, seperti stroke, sesak napas, asma, serta pusing hebat yang membatasi mobilitas mereka di area terdampak” Ujar Fathur Rahman.
Setibanya di Bandara Komodo, tim SAR gabungan yang telah bersiap di landasan langsung memindahkan para pasien ke armada ambulans.
Seluruh korban selanjutnya dilarikan menuju Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pratama Komodo agar segera mendapatkan perawatan serta tindakan medis intensif dari tim dokter setempat.
Memasuki hari ke-14 Operasi SAR Bencana Gempa Flores, tim gabungan terus meningkatkan kesiapsiagaan personel dan peralatan di lapangan.
Langkah ini dilakukan guna memastikan bahwa seluruh permohonan bantuan medis maupun tindakan evakuasi darurat dari masyarakat terdampak dapat direspons secara cepat dan tepat.

