JAKARTA, Terasnasional.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca untuk wilayah Indonesia sepekan ke depan, periode 4 hingga 10 September 2026. Sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan masih berada dalam kondisi relatif panas dan kering, seiring berlangsungnya puncak musim kemarau.
Meskipun cuaca kering mendominasi, BMKG mencatat potensi hujan lokal berdurasi singkat dan bersifat sporadis masih berpeluang terjadi di beberapa daerah.
Rincian Potensi Cuaca Periode 4–10 September 2026 :
1. Periode 4–6 September 2026
- Kondisi Umum: Didominasi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.
- Potensi Hujan Sedang: Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Papua Barat Daya, dan Papua.
- Peringatan Dini Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat): Papua Pegunungan.
- Potensi Angin Kencang: Sumatra Barat, Bengkulu, Lampung, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, dan Papua Pegunungan.
2. Periode 7–10 September 2026 :
- Kondisi Umum : Cerah berawan hingga hujan sedang.
- Potensi Hujan Sedang : Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, dan Papua Pegunungan.
- Peringatan Dini Siaga (Hujan Lebat–Sangat Lebat): Nihil.
- Potensi Angin Kencang: Aceh, Bengkulu, Lampung, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Banten, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Maluku, Papua Barat, dan Papua Selatan.
Berdasarkan pemantauan citra satelit, titik panas (hotspot) dengan tingkat kepercayaan tinggi masih terdeteksi di beberapa wilayah, terutama di Pulau Kalimantan, Sumatra, Papua, dan Maluku.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat kondisi cuaca yang kering dan terik. Warga juga diminta untuk segera melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan indikasi titik api di lingkungan sekitar.
Selain ancaman karhutla, masyarakat diimbau untuk terus memantau pembaruan informasi cuaca dan peringatan dini resmi dari BMKG guna mengantisipasi perubahan cuaca lokal yang cepat.

