GORONTALO, Terasnasional.id — Aksi dugaan penganiayaan dan intimidasi kembali menimpa tenaga kesehatan. Seorang dokter jaga di Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah, Kota Gorontalo, dr. Mohamad Rifki Hulalata, menjadi korban amuk dan ancaman verbal oleh seorang oknum yang mengaku sebagai jurnalis saat bertugas pada shift malam.

Peristiwa yang sempat viral di media sosial tersebut bermula ketika pelaku mengamuk di area Instalasi Gawat Darurat (IGD). Pelaku secara mendadak melempar meja dan memukul area kursi di ruang tunggu. Meski berniat melakukan mediasi secara damai, dr. Rifki justru mendapat perlakuan agresif dari pelaku.

“Pelaku secara bertubi-tubi mendorong badan saya hingga mengenai area tangan. Akibat dorongan keras itu, tangan saya mengalami cedera memar sampai kesulitan untuk beraktivitas medis,” ujar dr. Mohamad Rifki Hulalata saat memberikan keterangan terkait kejadian tersebut.

Sebagai langkah hukum, dr. Rifki telah menjalani proses visum di RS Aloe Saboe. Selain kekerasan fisik, pelaku yang mengaku dari lembaga jurnalisme tersebut juga melayangkan makian kasar dan mengancam akan membakar rumah sakit.

Pemicu kemarahan pelaku disinyalir akibat ketidakpahamannya terhadap penanganan medis. Pihak rumah sakit menjelaskan bahwa pasien yang dibawa pelaku masuk dalam kriteria triase hijau atau tidak darurat. Di saat bersamaan, kapasitas ruang rawat anak di RS Siti Khadijah sedang penuh.

“Pihak IGD sebenarnya sudah mengarahkan dan memberikan surat rujukan ke rumah sakit terdekat lain yang masih memiliki ketersediaan ruang perawatan,” tambah dr. Rifki.

Keributan tersebut akhirnya dapat diredam setelah aparat kepolisian tiba di lokasi kejadian. Saat ini, kasus dugaan penganiayaan dan pengancaman terhadap tenaga medis yang sedang menjalankan tugas tersebut telah ditangani oleh pihak berwajib untuk proses hukum lebih lanjut.