LISBOA, Terasnasional.id — Kapten sekaligus ikon sepak bola Portugal, Cristiano Ronaldo, akhirnya angkat bicara secara terbuka untuk meluruskan situasi yang memanas di pemusatan latihan tim nasional belakangan ini. Melalui unggahan surat terbuka sebanyak 11 halaman di akun Instagram resminya, bintang dunia tersebut membeberkan kronologi lengkap dibalik alasannya meninggalkan skuad secara mendadak.

Ronaldo mengawali penjelasannya dengan menceritakan situasi pasca-Piala Dunia 2026. Setelah turnamen tersebut, ia sejatinya telah menyiapkan surat perpisahan resmi kepada rakyat Portugal. Namun, saat penerbangan pulang dari Amerika Serikat, Presiden Federasi Sepak Bola Portugal (FPF) secara pribadi mendesaknya untuk mempertimbangkan kembali keputusan pensiun dan meminta pendapatnya terkait penunjukan pelatih kepala baru.

Awalnya, kerja sama antara Ronaldo dan pelatih kepala baru berjalan harmonis. Pelatih sempat menyambangi kediaman Ronaldo di Lisboa sebelum pemusatan latihan dimulai untuk membahas manajemen kondisi fisik sang kapten. Dalam kesepakatan tertulis awal, Ronaldo hanya diplot bermain pada laga kandang di Stadion do Dragão dan diberi pengecualian untuk tidak ikut bertanding pada laga tandang di Norwegia dan Denmark.

Kendati mendapat hak istimewa untuk tidak bepergian ke luar negeri, Ronaldo menolak tawaran tersebut demi menjaga integritas kepemimpinannya. Sebagai kapten tim, ia merasa bahwa tetap tinggal di Portugal saat rekan-rekannya bertanding di luar negeri akan memberikan contoh yang buruk bagi anggota skuad lainnya. Keputusan ini pun disetujui oleh pelatih kepala.

Ketegangan mulai terpecik menjelang pertandingan tandang melawan Norwegia. Saat jam makan siang pada hari pertandingan, asisten pelatih mendatangi meja makan tim dan mengabarkan bahwa pelatih kepala memintanya siap bertanding selama 30 menit. Meski instruksi mendadak ini di luar rencana pemulihan fisiknya, Ronaldo secara profesional langsung menyanggupi permintaan sang juru taktik.

Namun, janji tersebut tidak dipenuhi. Ronaldo yang sudah melakukan pemanasan di pinggir lapangan sejak awal babak kedua hanya bisa menyaksikan menit demi menit berlalu tanpa dimasukkan ke dalam lapangan hingga peluit panjang dibunyikan. Merasa dikecewakan atas ingkar janji tersebut, Ronaldo memilih langsung menuju kamar ganti tanpa menyapa para penggemar.

Dalam klarifikasinya, Ronaldo menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya kepada para pendukung atas tindakan emosionalnya seusai laga Norwegia. Ia mengakui bahwa keputusannya untuk tidak menyapa suporter dan meninggalkan pemusatan latihan secara sepihak adalah sebuah kesalahan yang sepenuhnya menjadi tanggung jawab dirinya.

Sebagai kapten, ia menyatakan siap menerima sanksi disiplin apa pun dari FPF.Dua hari setelah insiden tersebut, sebuah pertemuan tertutup diselenggarakan antara Ronaldo, pelatih kepala, dan Direktur Olahraga Al Nassr, Simão Coutinho.

Pertemuan tersebut menghasilkan dokumen kesepakatan tertulis di mana pelatih berjanji akan memberikan klarifikasi jujur dalam konferensi pers untuk mengakui kesalahannya dan membersihkan nama Ronaldo. Namun, konferensi pers yang berlangsung justru jauh dari kesepakatan, di mana pelatih tampil dengan nada bicara yang dinilai Ronaldo sangat agresif dan “tinggi hati”.

Merasa komitmen dan kepercayaannya telah dikhianati untuk kedua kalinya, Ronaldo akhirnya memutuskan untuk langsung mengemas barang-barangnya dan meninggalkan pemusatan latihan. Ia menegaskan bahwa sepanjang 25 tahun karier profesionalnya, ia tidak pernah sekali pun mengintervensi keputusan taktis pelatih mana pun, tetapi kejujuran adalah prinsip utama yang tidak boleh dilanggar dalam sebuah hubungan profesional.

Di akhir pernyataannya, Ronaldo mematahkan isu yang menyebut dirinya bakal segera pensiun atau sekadar menanti laga perpisahan dari federasi. Ia menegaskan bahwasanya setelah selesai menjalani sanksi atau skorsing yang akan dijatuhkan FPF, ia tetap siap sedia untuk bertanding, mencetak gol, dan berjuang membawa kemenangan bagi Tim Nasional Portugal selama kondisi fisiknya memungkinkan.