JAKARTA, Terasnasional.id β Antrean panjang kendaraan untuk mendapatkan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar bersubsidi kembali terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Kota Manado, Sulawesi Utara, Jumat pagi. Panjang antrean yang mengular hingga hampir satu kilometer memicu keluhan dari para sopir transportasi publik karena memangkas waktu kerja dan pendapatan mereka secara drastis.
Salah satu titik kemacetan akibat antrean BBM ini terlihat di SPBU Winangun. Sejumlah sopir bus antarkota mengaku harus mengantre sejak subuh demi mendapatkan pasokan Solar.
Pihak SPBU mengungkapkan bahwa kondisi antrean panjang ini telah berlangsung dalam beberapa bulan terakhir, seiring dengan melonjaknya harga BBM non-subsidi di pasaran.
Menanggapi fenomena antrean panjang tersebut, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa stok BBM secara nasional sebenarnya berada dalam posisi aman, yakni berkisar antara 18 hingga 20 hari kebutuhan nasional.
Bahlil menjelaskan bahwa antrean panjang di SPBU dipicu oleh pergeseran (shifting) pola konsumsi masyarakat. Naiknya harga minyak dunia yang sempat menembus angka 100 dolar AS per barel membuat sebagian konsumen beralih dari BBM non-subsidi (seperti RON 92 dan RON 95) ke BBM bersubsidi.
Selain faktor pergeseran konsumsi, pihak kepolisian juga menemukan indikasi kecurangan di lapangan, seperti kendaraan yang sengaja dimodifikasi dengan tangki rakitan berkapasitas besar.
“Arahannya harus segera kita tertibkan. Pemerintah bertindak sebagai regulator untuk memastikan penyaluran subsidi tepat sasaran,” tegas Bahlil. Ia juga menambahkan bahwa masalah antrean serupa di wilayah lain, seperti di Makassar, telah berhasil ditangani dan dilaporkan kepada Presiden.

