GORONTALO, Terasnasional.id — Pihak manajemen Rumah Sakit (RS) Siti Khadijah Gorontalo memberikan klarifikasi tegas terkait isu pelayanan buruk yang beredar di media sosial pasca-insiden keributan dan pengrusakan fasilitas di area UGD rumah sakit.

Direktur RS Siti Khadijah dr. Rusli A. Katili, menepis narasi dari akun-akun media sosial tertentu yang mencoba menggiring opini masyarakat untuk mendiskreditkan kualitas pelayanan rumah sakit.

Direktur rumah sakit menegaskan bahwa seluruh jajaran tenaga medis di RS Siti Khadijah bekerja secara profesional dan selalu patuh pada Standar Operasional Prosedur (SOP) medis yang berlaku.

“Alhamdulillah, RS Siti Khadijah sudah berusia 56 tahun dan mayoritas masyarakat Gorontalo percaya pada kami. Saat ada akun yang mencoba menggiring opini pelayanan buruk dan mengajak orang-orang memberikan testimoni negatif, kenyataannya masyarakat justru merespons dengan testimoni yang baik,” ujarnya.

Guna menjaga transparansi dan kepercayaan publik, manajemen RS Siti Khadijah memastikan bahwa pintu komunikasi selalu terbuka untuk masyarakat yang ingin menyampaikan saran maupun keluhan terkait pelayanan medis.

Manajemen menyayangkan adanya tindakan anarkis yang memanfaatkan isu pelayanan untuk merusak fasilitas UGD dan menciptakan rasa takut bagi pasien serta petugas kesehatan yang bertugas. Pihak rumah sakit menyerahkan penanganan aksi anarkis dan pengrusakan tersebut sepenuhnya kepada aparat kepolisian dari Polresta Gorontalo Kota.