JAKARTA, Terasnasional.id β Pemerintah Republik Indonesia dan Federasi Rusia sepakat untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor mendasar, mulai dari pertanian, energi, pertahanan, hingga investasi perkapalan. Kesepakatan tersebut mengemuka dalam pertemuan ikatan bilateral antara Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Rusia.
Menteri Investasi dan Hilirisasi, Rosan P. Roeslani, menyampaikan bahwa salah satu wujud nyata dari penguatan kerja sama tersebut adalah rencana investasi PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk membangun pabrik pupuk urea di Vladivostok.
“Kami bersama dengan Direktur Utama Pupuk Indonesia telah menandatangani kajian bersama untuk melihat potensi investasi pembangunan pabrik pupuk urea di Vladivostok,” ujar Rosan dalam keterangan resminya.
Langkah ekspansi global ini dinilai sangat strategis mengingat posisi geografis Vladivostok yang menghadap langsung ke Samudra Pasifik, wilayah yang selama ini menjadi salah satu pasar utama komoditas pupuk asal Indonesia. Selain memperluas jangkauan pasar, kerja sama ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan bahan baku serta industri nasional.
Selain sektor pertanian dan pupuk, pertemuan kedua kepala negara tersebut juga membuka peluang kerja sama di bidang maritim. Presiden Vladimir Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 100 meter yang dirancang khusus untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung di laut.
Menindaklanjuti tawaran tersebut, Pemerintah Indonesia akan mengirimkan tim teknis guna mempelajari keandalan teknologi kapal tersebut serta mengkaji potensi pemanfaatannya bagi industri perikanan domestik.
Sinergi ekonomi kedua negara diperkirakan akan makin solid seiring dengan rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Kawasan Eurasia (Eurasian Economic Union). Langkah diplomasi ekonomi ini diharapkan mampu memperluas volume perdagangan dan arus investasi bilateral secara berkelanjutan.

